Model Pembelajaran Value Clarification Tecnique (VCT )
Model pembelajaran Value Carification Teqnique (VCT) adalah pendidikan pendekatan nilai“dimana peserta didik di latih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, mengambil sikap sendiri nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkannya.”Peserta didik membantu menjernikan, memperjelas atau mengklarifikasi nilai-nilai hidupnya, lewat value problem solving, diskusi, dialog dan persentasi.“Misalnya peserta didik di bantu menyadari nilai hidup mana yang sebaiknya di utamakan dan di laksanakan, lewat pembahasan kasus-kasus hidup yang sarat dengan konflik nilai atau moral. Jadi, model pembelajaran Value Clarification Teqnique (VCT) memberi penekanan pada usaha membantu siswa dalam mengkaji perasaan dan perbuatan sendiri, untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai-nilai mereka sendiri.
B. Prinsip-prinsip Model PembelajaranValue Clarification Tecnique (VCT)
- Penanaman“nilai dan pengubahan sikap dipengaruhi banyak faktor antara lain faktor potensi diri; kepekaan emosi, intelektual dan faktor lingkungan; norma nilai masyarakat, sistem pendidikan dan lingkungan keluarga dan lingkungan bermain.”
- Sikap dan perubahan sikap di pengaruhi oleh“stimulus dan yang diterima siswa dan kekuatan nilai yang telah tertanam atau dimiliki pada diri siswa.”
- Nilai, moral dan norma dipengaruhi oleh faktor perkembangan, sehingga guru harus mempertimbangkan tingkat perkembangan moral (moral developmen) dari setiap siswa.“Tingkat perkembangan moral untuk siswa dipengaruhi oleh usia dan pengaruh lingkungan terutama lingkungan sosial.”
- Pengubahan“sikap dan nilai memerlukan keterampilan mengklarifikasi nilai/ sikap secara rasional, sehingga dalam diri siswa muncul kesadaran diri bukan karna rasa kewajiban bersikap tertentu atau berbuat tertentu.”
- Mengubah nilai memerlukan keterbukaan, karena itu pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui Value Clarification Teqnique (VCT) menuntut keterbukaan antara guru dengan peserta didik.
- Bersikap“menerima dan tidak mengadili (nonjudgmental) pilihan nilai peserta didik menghindari kesan memberi nasihat, menggurui seakan pendidik lebih tau dan lebih baik.”)
- Membiarkan adanya kebhenikaan pandangan, dialog dilakukan secara terbuka, bebas dan individual.
- Menghargai“kesediaan peserta didik untuk ikut berpartisipasi (sharing) atau tidak, hindari unsur pemaksaan untuk berpendapat atau bersikap.”
- Menghargai“jawaban/ respon peserta didik, tidak memaksa peserta didik untuk memberi respon tertentu apabila memang peserta didik tidak menghendakinya.”
- Mendorong“peserta didik untuk menjawab, mengutarakan pilihan dan mengambil sikap secara jujur.”
- Mahir mendengar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat mengklarifikasi nilai hidup.
- Mahir mengajukan/membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kehidupan pribadi dan sosial.
D. Tujuan Model Pembelajaran Value Clarification Tecnique (VCT)
- Mengetahui dan“mengukur tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pijak menentukan target nilai yang akan dicapai.
- Menanamkan“kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimiliki baik tingkat maupun sifat yang positif maupun yang negatif untuk selanjutnya ditanamkan ke arah peningkatan dan pencapaian tentang nilai.”
- Menanamkan“nilai-nilai tertentu kepada siswa melalui cara yang regional (logis) dan diterima siswa, sehingga pada akhirnya nilai tersebut akan menjadi milik siswa sebagai proses kesadaran moral bukan kewajiban moral.”
- Melatih siswa“dalam menerima menilai nilai dirinya dan posisi nilai orang lain, menerima serta mengambil keputusan terhadap sesuatu persoalan yang berhubungan dengan pergaulannya dan kehidupan sehari-hari.
Sumber Materi :
Tukirin Taniredja, Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif, (Bandung : ALFABETA, 2014), h. 89
Fairizah Haris, Penerapan Model Pembelajaran VCT untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai Menghargai Jasa Pahlawan, (PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya : 2013), h.2
Komentar
Posting Komentar